5 Pelaku Curat di PT Hong Yuan Batam Diringkus

oleh
Kapolsek Sagulung, IPTU Nyoman Ananta Mahendra, Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba, Kanit Reskrim Polsek Sagulung, IPDA Hasmir, bersama para pelaku pencurian. (Foto : Ist)

Sijori News, Batam — 5 (lima) orang pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) di PT Hong Yuan, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, berinisial FL (32), HJ (34), TR (26), S (34), dan MA (43), berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Sagulung.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, melalui Kapolsek Sagulung, IPTU Nyoman Ananta Mahendra, membenarkan tentang pencurian yang terjadi di PT Hong Yuan, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

“Kelima pelaku Curat tersebut berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Sagulung. Dimana dalam aksinya para pelaku melakukan pencurian secara acak, tidak melalui survei terlebih dahulu. Karena ada kesempatan dan situasi yang memungkinkan pelaku melakukan pencurian,” kata IPTU Nyoman Ananta Mahendra, didampingi Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Polsek Sagulung, IPDA Hasmir, di Mapolsek Sagulung, kemarin.

Kronologis kejadian berawal pada hari Senin, 28 Maret 2022, sekira pukul 08.00 WIB telah terjadi tindak pidana pencurian di PT Hong Yuan, Kecamatan Sagulung.

Kejadian pencurian tersebut dilaporkan oleh karyawan Sapcon PT Yappanto Group, yang bekerja sama dan melakukan pengerjaan di PT Hong Yuan yang tugasnya sebagai pengawas lapangan.

BACA JUGA :   Kapolda Kepri Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2022

Pelapor mengecek Workshop di PT Hong Yuan dan ditemukan ada beberapa barang yang hilang, yakni berupa 1 (satu) unit Travo Argon Weldro 400, 1 (satu) unit Razor 200, 3 (tiga) unit Travo Lakoni 250, dan 3 (tiga) unit Travo Weldking 400.

“Atas kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 70 Juta, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sagulung,” ungkap Kapolsek.

Setelah menerima laporan dari korban, kemudian pada hari Sabtu, 16 April 2022, sekira pukul 01.00 WIB, anggota Reskrim Polsek Sagulung mendapat informasi dari masyarakat, bahwa salah satu yang diduga pelaku berinisial FL sedang berada di Winsor Phase, Lubuk Baja, Nagoya, Batam.

Selanjutnya, anggota Reskrim Polsek Sagulung mendatangi keberadaan pelaku dan langsung melakukan penangkapan terhadap yang diduga pelaku yang berinisial FL.

Dari tangan FL berhasil diamankan 5 (lima) unit Travo Las milik korban yang hilang sesuai dengan laporan korban tersebut. Setelah itu, anggota Reskrim melakukan interogasi terhadap yang diduga tersangka FL, dan tersangka FL mengakui bahwa benar dirinya adalah salah satu sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan yang di kawasan PT Hong Yuan tersebut.

BACA JUGA :   Ayah Pergoki Anak Gadisnya Tengah Berduaan di Kamar

“Tersangka FL juga mengakui bahwa pada saat melakukan Pencurian, dirinya bersama dengan 4 (empat) orang temannya, yaitu tersangka TR, HJ, S dan tersangka MA (43),” ujar Kapolsek.

Berdasarkan hasil interogasi yang diperoleh dari tersangka FL tersebut, kemudian anggota Reskrim langsung menuju tempat kediaman tersangka TR di Rumah Makan Lamongan, Winsor, Lubuk Baja, dan tersangka TR berhasil diamankan.

Setelah itu, anggota Reskrim melakukan pengembangan lagi dan melakukan penangkapan terhadap tersangka HJ dan S di Kavling Sagulung, Kota Batam. Lalu ke 4 tersangka tersebut dibawa Ke Polsek Sagulung untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Kapolsek Sagulung juga menghimbau, untuk perusahaan yang libur saat lebaran Idul Fitri, agar diberdayakan security lebih aktif untuk mengecek Kantor ataupun perusahaan yang memiliki asset berharga, sehingga tidak ada kesempatan dan niat pelaku untuk melakukan pencurian.

BACA JUGA :   HUT Bhayangkara ke 76, Polri Lakukan Anjangsana ke Mantan Kapolri, Hingga Anggota Yang Sakit dan Gugur Saat Tugas

Dan dihimbau juga kepada masyarakat, apabila melaksanakan mudik lebaran disarankan untuk menitipkan rumah yang di tinggalinya kepada tetangga dan melaporkan kepada Ketua RT setempat, agar selalu dipantau oleh Security setempat.

Kapolsek juga mengingatkan, untuk rumah yang ditinggali agar mengecek listrik ataupun kompor, agar dipastikan semua telah dimatikan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 Ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 (sembilan) tahun,” pungkas Kapolsek Sagulung, IPTU Nyoman Ananta Mahendra. (Wak Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.