Bantu Pemko Tanjung Pinang, Gubernur Ansar Siap Wujudkan Revitalisasi Pasar Baru Tanjung Pinang

by
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, rapat bersama Wali Kota Tanjung Pinang, Rahma dan Kepala BPPW Kepri, Fasri Bachmid. (Foto : Ist)
Disaksikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Wali Kota Tanjung Pinang, Rahma, menyerahkan DED Revitalisasi Pasar Baru Tanjung Pinang kepada Kepala BPPW Kepri, Fasri Bachmid. (Foto : Ist)

Sijori News, Tanjung Pinang — Bantu Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Pinang, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, siap untuk mewujudkan rencana revitalisasi Pasar Baru I Tanjung Pinang ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Gubernur Ansar, mengatakan, rencana revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang bisa disetujui pemerintah pusat, karena Kementerian PUPR sudah banyak melakukan revitalisasi dan modernisasi pasar-pasar di Provinsi lain di Indonesia.

“Pasar Baru Tanjung Pinang sudah sangat mendesak untuk segera direvitalisasi. Pasar Baru Tanjung Pinang membutuhkan modernisasi, sehingga bisa representatif untuk menjadi pasar modern,” kata Gubernur Ansar, dalam rapat bersama Wali Kota Tanjung Pinang, Rahma dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepri, Fasri Bachmid, di Ruang Kerja Gubernur Kepri, Selasa, 17 Mei 2022.

Pada rapat tersebut, Gubernur Ansar mendengarkan pemaparan dari Pemerintah Kota Tanjung Pinang tentang rencana revitalisasi Pasar baru I Tanjung Pinang. Dimana Pemerintah Kota Tanjung Pinang telah merancang Detail Engineering Detail (DED) Pasar Baru I Tanjung Pinang.

DED tersebut pun telah diserahkan Wali Kota Rahma ke Kepala BPPW Kepri, Fasri Bachmid, disaksikan Gubernur Ansar. Revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang diusulkan menggunakan dana APBN Perubahan tahun 2022 sebesar Rp 74 miliar.

Dalam revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang, direncanakan pasar baru Tanjung Pinang direncanakan akan dibangun 3 (tiga) lantai, yang terdiri dari lantai semi basemen dan dua lantai diatasnya. 

Lantai semi basemen akan digunakan untuk lokasi parkir kendaraan roda dua yang mampu menampung 174 unit kendaraan. Juga terdapat penyimpanan air baku untuk pemadaman kebakaran sebesar 80 meter kubik, Musholla, ruang ibu menyusui, dan tempat penitipan anak.

Selanjutnya, lantai satu direncanakan terdiri dari Kios dan Los. Kios akan digunakan untuk pedagang sayur mayur dan bumbu, sementara Los digunakan untuk pedagang daging basah. Lantai dua pasar baru Tanjung Pinang terdiri dari Kios tanpa Los yang dapat digunakan untuk pedagang baju.

Gubernur Ansar mengingatkan Pemko Tanjung Pinang agar mendata dengan seksama jumlah pedagang yang ada di pasar baru sekarang, dan pedagang sudah ada tersebut nantinya mampu ditampung seluruhnya, setelah pasar baru Tanjung Pinang direvitalisasi.

“Pastikan pedagang yang terkena relokasi dari revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang itu nanti bisa tertampung,” katanya.

Rahma Minta Dukungan Gubernur Ansar

Sementara itu, Wali Kota Tanjung Pinang, Rahma, menyebutkan, pasar baru Tanjung Pinang yang telah direvitaliasi nantinya mempunyai 927 Lapak dan Kios. Sementara saat ini jumlah pedagang yang terdata berjumlah 710. Sehingga dipastikan seluruh pedagang dapat tertampung setelah revitalisasi selesai.

Rahma juga sangat mengharapkan dukungan dari Gubernur Ansar Ahmad untuk dapat meyakinkan pemerintah pusat terhadap revitalisasi Pasar Baru Tanjung Pinang. Dirinya mengaku siap datang bersama Gubernur Ansar ke Kementerian PUPR demi terwujudnya revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang.

“Kami juga sudah menyiapkan rencana relokasi sementara untuk pedagang pasar baru, yaitu di belakang kantor Disdukcapil Tanjung Pinang di batu tujuh,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPPW Kepri, Fasri Bachmid, mengingatkan agar desain revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang memperhatikan aspek lingkungan hijau, termasuk sirkulasi udara dan cahaya di dalam pasar, dan keleluasan bergerak pengunjung pasar.

“Pasar dengan konsep green building menjadi salah satu syarat, jika ingin revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang dibiayai pemerintah pusat,” katanya.

Tidak hanya pasar baru I, revitalisasi yang direncanakan Pemko Tanjung Pinang juga meliputi pasar ikan KUD yang roboh beberapa waktu lalu. 

Revitalisasi pasar baru Tanjung Pinang juga menggabungkan konsep wisata dan belanja dalam rencananya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Perindag Pemprov Kepri, Aries Fhariandy, Kepala Dinas PU Pemko Tanjung Pinang, Zulhidayat, Kepala Bappeko Tanjung Pinang, Suryadi, dan Staf Khusus Gubernur Kepri, Saraffudin Aluan. (Jlu)

No More Posts Available.

No more pages to load.