Wanita Cantik Diringkus di Tanjung Pinang

by
Rini Kustiyani saat diringkus Satreskrim Polresta Tanjung Pinang. (Foto : Ist)

Sijori News, Tanjung Pinang — Satreskrim Polresta Tanjung Pinang berhasil meringkus Rini Kustiyani, wanita cantik yang berprofesi sebagai Developer karena melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap konsumennya mencapai ratusan juta rupiah.

Rini Kustiyanti ditangkap di Perumahan Mediterania Blok HH2 No 9, Kelurahan Nongsa, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam pada hari Minggu, 15 Mei 2022, sekira pukul 16.30 WIB. Selanjutnya di bawa ke Polresta Tanjung Pinang untuk proses lebih lanjut.

Kapolresta Tanjung Pinang, AKBP Heribertus Ompusunggu, melalui Kasat Reskrim Polresta Tanjung Pinang, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan, pelaku ditangkap atas laporan korban atas nama Haslina yang mengaku tertipu dan atau penggelapan uang senilai Rp 166 juta dalam pembelian 1 (satu) unit rumah di Perumahan The Hill Residence.

“Pelaku sudah dibawa ke Kantor Satreskrim Polresta Tanjung Pinang untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Kasat Resrkim Awal Sya’ban, di Tanjung Pinang, Selasa, 17 Mei 2022.

Kronologis kasus tersebut berawal dari hasil pengungkapan kejadian ketika korban Haslina membeli 1 (satu) unit rumah tipe 38 di Perumahan The Hill Residence, Jalan Handjoyo Putro di Kilometer 8 atas, Kota Tanjung Pinang pada tanggal 12 Agustus 2015.

Saat itu, korban membeli rumah tersebut dengan cara membayar bertahap seharga Rp166 juta kepada pelaku Rini. Pembayaran pertama dilakukan tanggal 30 Juni 2015, dan lunas tanggal 10 Februari 2016.

Namun setelah membayar lunas, pelaku Rini tidak kunjung melaksanakan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), hingga korban meminta sertifikat rumah yang sudah dibeli sekitar bulan Agustus 2017, namun pelaku mengatakan bahwa sertifikat sudah diagunkan di salah satu bank swasta daerah di Tanjung Pinang sejak 19 Oktober 2016 untuk pinjaman modal usaha.

Setelahnya, pelaku ternyata bermasalah dengan kredit pinjaman, sehingga pihak bank bermaksud menyita rumah tersebut.

“Atas kejadian itu korban merasa telah ditipu pihak developer, karena sampai saat ini sertifikat tidak diberikan. Lalu, korban melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Awal.

Awal juga menyampaikan, setelah melalui rangkaian penyidikan gelar perkara untuk menentukan tindak pidana dan melaksanakan gelar penetapan tersangka, telah mendapat kesimpulan, bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP.

“Selain menangkap pelaku Rini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) lembar kuitansi pembayaran uang angsuran, 1 (satu) buah foto kopi sertifikat, 1 (satu) rangkap berita acara serah terima kunci, 1 (satu) bundel AKTA, 1 (satu) buah sertifikat hak milik, perjanjian kredit, dan dokumen transaksi (penilaian jaminan) atas nama Rini Kustiyani,” pungkas Kasat Reskrim Polresta Tanjung Pinang, AKP Awal Sya’ban Harahap. (Rhiz)

No More Posts Available.

No more pages to load.