Example floating
Example floating
Example 728x250
BATAM

Dihadiri Gubernur dari 4 Provinsi, Kadis KP2KH Kepri Teken PKS dengan KP2KH Jawa Tengah di Batam

×

Dihadiri Gubernur dari 4 Provinsi, Kadis KP2KH Kepri Teken PKS dengan KP2KH Jawa Tengah di Batam

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas KP2KH Kepri, Rika Azmi, menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas KP2KH Provinsi Jawa Tengah di Hotel Mariot, Batam
Kepala Dinas KP2KH Kepri, Rika Azmi, menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas KP2KH Provinsi Jawa Tengah di Hotel Mariot, Batam. (Foto : Ist)

BATAM — Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan KP2KH Provinsi Jawa Tengah digelar di Hotel Mariot Batam, Sabtu malam (14/6/2025). Penandatanganan ini berlangsung istimewa karena disaksikan langsung oleh 4 (empat) gubernur dari provinsi yang turut menjalin kerja sama.

Kepala KP2KH Kepri, DR Rika Azmi STP MM, menandatangani kerja sama tersebut sebagai bagian dari sinergi penguatan ketahanan pangan dan promosi produk unggulan daerah yang siap didorong ke pasar internasional.

Selain KP2KH, kerja sama juga melibatkan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Kepri, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Dari pihak Provinsi Jawa Tengah juga hadir jajaran OPD terkait guna memperluas ruang kerja sama yang menyentuh banyak sektor strategis.

Penandatanganan PKS ini disaksikan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Gubernur Lampung, Ahmad Mirzani, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Empat kepala daerah tersebut juga sebelumnya menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) sebagai dasar kolaborasi lintas provinsi.

Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata implementasi arahan Presiden RI mengenai penguatan kerja sama antarwilayah yang telah diatur dalam regulasi Kemendagri.

“Pemerintah Provinsi Kepri, Jawa Tengah, Lampung, dan Maluku Utara melakukan kerja sama untuk menggali potensi produk unggulan agar dapat dipasarkan secara internasional,” ujar Ansar.

Menurutnya, masing-masing provinsi memiliki keunggulan yang bisa saling melengkapi untuk dikembangkan secara maksimal.

Kota Batam diposisikan sebagai jembatan penghubung dalam memperluas pasar produk unggulan menuju tingkat internasional.

“Melalui Batam, sebagai kawasan strategis, produk unggulan daerah bisa menjangkau pasar ekspor. Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan,” tambah Ansar. ***